DPD RI Jajaki Pasar Kelapa Sawit di Eropa Timur

 Sonora FM Palembang,  04-12-2018 19:27:47

  


Pembangunan Perkebunan saat ini dihadapkan kepada pergeseran paradigma, baik di lingkungan global maupun domestik, khususnya dalam pelaksanaan otonomi daerah. Kecenderungan tersebut menuntut jajaran perkebunan untuk dapat menyesuaikan diri, sehingga usaha untuk membangun sistem dan usaha agribisnis perkebunan dapat dilaksanakan secara optimal.

Sejalan dengan arus globalisasi dan otonomi daerah, di tingkat nasional juga telah terjadi perubahan kebijaksanaan yang pada intinya bertujuan untuk memulihkan kembali perekonomian nasional yang mengalami keterpurukan semenjak terjadinya krisis multi dimensi tahun 1997. Pemerintah mengambil berbagai langkah kebijaksanaan untuk membangun kembali perekonomian Indonesia.

Berbagai kecenderungan dan penerapan kebijaksanaan tersebut ternyata menjadi acuan untuk mendorong pembangunan perkebunan ke depan. Pemerintah lebih terfokus kepada memfasilitasi dan mendorong para pelaku usaha perkebunan untuk mengembangkan usahanya. Beberapa waktu lalu, Pemerintah melalui Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama pejabat SKK Migas, Direksi PLN, Direksi Pertamina dan pengusaha di bidang energi dan produsen Kelapa Sawit, telah melakukan kunjungan ke Italia dalam rangka studi banding ke perusahaan pembuatan pembangkit tenaga listrik Fri-El Acerra.

Salah satu informasi yang diperoleh adalah, saat ini sebanyak 34 persen kebutuhan listrik Italia telah dicover oleh energi terbarukan (renewable energy). Hal ini berarti prospek perkebunan Kelapa Sawit ke depan sangat menjanjikan. Kebutuhan manusia untuk mengganti bahan bakar dari energi yang ada ke Kelapa Sawit sangat dibutuhkan. DPD RI sebagai Lembaga Negara yang memiliki tugas menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat dan daerah sebagai bahan pembahasan fungsi konstitusionalnya.